Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label ♥ BUDI DAYA KELINCI ♥. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ♥ BUDI DAYA KELINCI ♥. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Video Cara Mengawinkan Kelinci, Perawatan Kelinci Hamil, dan Persiapan Beranak

0 komentar


Di bawah ini adalah sebuah rekaman video amatir yang menunjukkan cara kelinci kawin, beserta sedikit penjelasan tentang perawatan kelinci hamil, dan persiapan beranak. Mengawinkan kelinci tidaklah bisa dilakukan asal-asalan karena terdapat cara, tips, dan trik tersendiri. Ketidakpahaman tentang cara mengawinkan kelinci yang benar bisa mengakibatkan kelinci gagal hamil, bahkan bisa berujung pada stres lalu kematian kelinci.
Berikut adalah cara-cara mengawinkan kelinci, penjelasan tentang kelinci hamil, dan persiapan sebelum beranak :
  1. Pastikan kelinci anda sudah dewasa dan berumur siap kawin. Walaupun ada yang bisa dikawinkan pada umur 5,5 dan 6 bulan, usia yang aman mengawinkan kelinci adalah umur 7 bulan ke atas.
  2. Kelinci dikawinkan saat suhu udara rendah. Suhu udara yang relatif tinggi mengakibatkan kematian sel sperma kelinci jantan sehingga kelinci anda gagal hamil. Oleh karena itu kelinci biasanya dikawinkan pada pagi hari menjelang jam 8 pagi, atau di malam hari.
  3. Kelinci jantan dan betina tidaklah dikurung atau ditempatkan dalam satu kandang terus menerus (begitu juga untuk semua kelinci di atas 3 bulan dimana dalam 1 kandang seharusnya diisi 1 ekor kelinci saja). Pada saat mengawinkan kelinci, bawalah kelinci betina masuk ke dalam kandang kelinci jantan. Jika kelinci jantan yang dibawa ke kandang betina, maka kelinci betina akan marah, mengamuk, dan bisa menyerang sang jantan. Walaupun terkadang perkawinan bisa terjadi, tapi resiko kegagalan dan tingkat stres pada kelinci menjadi lebih besar.
  4. Setelah kelinci betina dimasukkan ke dalam kandang jantan, biarkan untuk beberapa saat sampai perkawinan berhasil terjadi. Penetrasi kelinci jantan yang berhasil ditandai dengan gerakan badannya yang agresif di atas punggung kelinci betina yang mengangkatkan bagian ekornya sedikit, kemudian sang jantan mengeluarkan hentakan yang bersuara sebelum jatuh terkulai ke samping. Agar mengerti lihat video di bagian bawah tulisan ini pada detik ke 6 sampai 8.
  5. Walaupun penetrasi sudah terjadi, kelinci jantan akan tetap mengganggu betina. Biarkan saja sampai terjadi penetrasi kedua, atau sang betina sudah nyata-nyata tak nyaman, berontak, atau menolak.
  6. Pisahkan kedua kelinci tersebut minimal 15 menit untuk beristirahat sampai paling lama 8 jam kemudian jika anda berniat mengawinkan ulang untuk meningkatkan resiko keberhasilan perkawinan.
  7. Perhatikanlah keadaan ketika di awal-awal anda memasukkan kelinci betina ke dalam kandang jantan. Kelinci betina yang susah dikendalikan jantan walaupun sudah beberapa menit di dalam kandang, dimana tetap tak mau kawin dan selalu menunduk di sudut kandang sambil menempatkan ekor ke bawah, atau barangkali mengeluarkan suara yang menjerit-jerit menunjukkan kelinci betina tersebut sedang tidak mau kawin. Kembalikan kelinci betina tersebut ke kandangnya semula, dan coba lagi minimal 3 hari mendatang.
  8. Adakalanya kelinci betina tak mau kawin karena tak suka dengan sang jantan. Coba ganti dengan kelinci jantan lain.
  9. Atau kelinci betina tidak mau kawin karena tak kenal dengan sang jantan. Biarkan jantan dan betina dalam kandang yang berbeda tapi bersebelahan sehingga mereka bisa saling melihat selama 3 sampai 7 hari yang mana dianggap waktu yang cukup untuk “berkenalan”. Dengan trik ini beberapa kelinci betina yang pada awalnya menolak jantan akan mau dikawinkan.
  10. Adakalanya sang betina malah agresif ketika kawin dengan berbalik naik ke punggung kelinci jantan. Ini menandakan berahi kelinci betina tersebut sedang tinggi. Biarkan saja mereka ‘bergumul’ satu sama lain. Walaupun terlihat seolah-olah sedang bertengkar dan gigit-gigitan jika tak ada suara jeritan yang mengganggu artinya aman-aman saja, dan malah bagus karena keduanya sangat ingin kawin. Walaupun proses perkawinan bisa menjadi lebih lama karena terlalu agresif dan ingin mendominasinya sang betina, perhatikan saja terus sampai yakin perkawinan/penetrasi telah berhasil.
  11. Mengawinkan kelinci atau menggabungkan kelinci betina dan jantan cukup beberapa menit hingga setengah jam terutama jika penetrasi jantan terlihat sukses. Atau anda bisa membiarkannya bersama dalam kandang hingga 1 atau 2 jam paling lama. Lebih dari itu tidak disarankan karena bisa menimbulkan stres pada kelinci betina yang bisa berujung kematian (tentunya tergantung jenis dan kondisi fisik/kesehatan kelinci).
  12. Setelah perkawinan jantan dan betina dilakukan jangan mencoba mengawinkan kembali kelinci betina anda di atas 8 jam setelah perkawinan tersebut terjadi, sampai sebulan lamanya. Jika anda tetap nekad mengawinkan kelinci anda padahal sebenarnya sudah hamil, pembuahan tambahan yang berlangsung di saat embrio kelinci sedang terbentuk di rahim mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan hormon yang bisa mengakibatkan keguguran kehamilan pertama sehingga kelinci anda gagal beranak, bahkan bisa mengakibatkan kematian pada induk betina.
  13. Kelinci yang sedang hamil tidak terlalu jelas terlihat tanda-tandanya (nyaris sama saja dengan kelinci biasa bagi kebanyakan orang). Hanya orang-orang yang sudah lama dan ahli mengurus kelinci, yang bisa menggunakan teknik perabaan untuk memastikan janin kelinci sudah terbentuk yang bisa memastikannya. (Catatan : teknik perabaan tidak boleh dan tidak disarankan dilakukan oleh yang awam karena bisa mengakibatkan keguguran).
  14. Kelinci yang hamil, terutama menjelang usia sebulan kehamilannya akan lebih sensitif dan agresif dari biasanya, terutama lebih sering menggaruk-garuk kandangnya (atau menggali lubang jika berada di atas tanah). Nafsu makannya bisa menjadi berlipat-lipat, dan ada juga yang malah susah makan. Yang jelas, pastikan makanan kelinci anda yang diduga hamil tersedia cukup dengan memberinya porsi makanan dua hingga tiga kali lipat porsi makanan biasa. Makanan yang terbatas ketika hamil bisa mengakibatkan induk kelinci stres, sehingga pada saat beranak ia bisa memakan anaknya sendiri atau tidak mau menyusukan anaknya. Perhatikan juga air minum agar selalu tersedia setiap saat.
  15. Suatu ketika, terutama menjelang beberapa jam sebelum ia melahirkan, kelinci akan mencabuti bulunya dan mengumpulkan jerami-jerami yang ada di sekitar kemudian semakin intensif lagi menggaruk-garuk kandangnya sebagai persiapan untuk beranak. (Jika kelinci anda baru pertama kali beranak, ada kemungkinan ia tak akan mencabuti bulunya). Oleh karena itu persiapkan kotak beranak dengan ukuran yang cukup di dalam kandang pada usia ke-29 atau ke-30 kehamilan kelinci agar kelinci bisa mengumpulkan bulu-bulu dan jerami nya ke dalam kotak, dan bisa beranak disana.
  16. Adakalanya kelinci anda mengalami bunting/hamil semu, ia merasa dirinya hamil dan menunjukkan ciri-ciri hamil seperti di atas padahal kenyataannya ia tak sebenar-benar hamil.
  17. Pastikan kenyamanan induk betina terjamin di saat-saat menjelang kelahirannya, jangan terlalu banyak mengusiknya, terutama mengangkat, karena ia akan berontak yang mengakibatkannya menjadi stres sehingga anak yang terlahir ada kemungkinan akan diabaikan atau malah dimakan.
  18. Induk kelinci yang dirawat dengan baik selama kehamilan, terutama dicukupi nutrisi makanan dan minuman, akan bisa melahirkan dengan lancar, dan merawat serta menyayangi anak-anaknya.
  19. Jika kelinci anda melahirkan di luar tempat kotak yang sudah disediakan, jangan panik. Biarkan dulu beberapa saat sampai induk betina tenang , lalu anda bisa memindahkan bayi kelinci yang baru lahir tersebut ke dalam kotak dengan memakai suatu alas di tangan (kain bersih, bukan kain bekas dipakai; atau bisa juga beberapa lapis tisu bersih; sebaiknya diusap-usapkan terlebih dahulu ke bulu induk kelinci sebelum mengangkat anak-anak yang baru lahir). Mengangkat langsung dengan tangan anda berisiko mengakibatkan induk kelinci tak mau menyusui bayinya karena mencium bau-bau yang asing pada anaknya (adakalanya tak masalah jika induk kelinci sudah sangat akrab dan mengenal betul bau tubuh anda).
  20. Sediakan air minum yang cukup ketika kelinci beranak, terutama saat-saat ketika ia baru saja melahirkan agar terhindar dari dehidrasi.
  21. Indukan kelinci akan terlihat acuh tak acuh, dan menjauh dari anak-anaknya. Jangan khawatir, karena ini adalah sifat alami kelinci untuk menghindari pemangsa di alam dalam menemukan dan memakan anak-anaknya. Kelinci cukup menyusui anaknya sekali atau dua kali sehari, yang biasanya dilakukan di saat suasana sepi terutama di dini hari. Jika bayi kelinci anda tetap hidup hingga tiga hari, dan badannya bulat, terlihat cerah atau segar, tidak kusut, dan tenang tidak bergerak-gerak atau teriak-teriak memanggil induknya artinya induknya sudah menyusuinya dengan baik.
  22. Belum ada yang bisa menggantikan susu induk kelinci yang khas dan kaya protein tersebut, sehingga jangan sekali-kali mencoba mengganti nya dengan susu formula apa pun, termasuk susu untuk anjing dan kucing. Ada baiknya terdapat dua ekor atau lebih kelinci yang beranak serentak dalam waktu tak tak terlalu lama (2-3 hari) sehingga jika ada masalah pada induk kelinci yang baru melahirkan, anaknya bisa dititipkan menyusu pada induk kelinci lain (catatan : tak bisa dilakukan jika ukuran anak-anak dari dua induk kelinci sangat berbeda karena hari kelahiran yang sangat jauh)
  23. Perhatikan makanan induk kelinci yang sedang menyusui karena ia butuh nutrisi yang banyak agar mampu menyusui anaknya.
  24. Sediakan juga rumput-rumputan yang memadai sebagai sumber serat dan kalsium untuk ibu kelinci yang menyusui.
Baca juga artikel terkait perawatan kelinci dengan mengklik link di bawah ini
Lihat video mengawinkan atau kelinci kawin di kandang di bawah ini.




Obat Mata kelinci

0 komentar
Sakit ringan: Akibat iritasi, debu, atau stres. Ciri-Ciri mata memerah dan belekan (kotoran pada mata). Obat tetes mata Cendo Asthenof.
Sakit menengah: Akibat katarak atau iritasi yang sudah kelewat lama sehingga kondisi mata cukup parah. Obat tetes mata Cendo Catarlent.
Sakit Parah: Ciri-ciri mata merah, penuh kotoran (belek) dengan mata tertutup. Obat Cendo Xitrol
Obat-obat ini kami infokan beserta mereknya supaya lebih mudah dan tidak membingungkan. Karena memang stok obat ini yang paling mudah didapat dari apotik. Untuk obat mata lain juga bisa, tetapi sesuai saran buku Text Book Rabbit Medicine, jenis Cendo inilah yang paling familiar dan cocok buat kelinci. Biasanya harga Cendo antara Rp 28-35ribu. Bisa dipakai berkali-kali. Mahal memang, tetapi cocok buat kelinci Anda. (Catatan: KKI sama sekali tidak bermaksud beriklan).

Ciri-ciri kehamilan.

0 komentar
Setelah 7 hari dikawinkan, biasanya janin mulai tumbuh. Tetapi hal ini belum tentu mudah mengenali kehamilan secara pasti. Hanya peternak yang sudah lama saja yang peka letak kehamilan kelinci pada umur 7 hari. Pada umur perkawinan 14 hari kita sudah bisa mendapatkan kejelasan. Ciri-cirinya di antaranya ialah. bagian mulut sedikit kemerah-merahan. (2) terkadang merasa stress, mengorek-ngorek kandang. Kalau missal dikeluarkan dari kandang dan menemukan tanah, ia akan langsung mengaduk-aduk tanah sebagai tempat persembunyian. (pada umur 17 hari biasanya stress meningkat). Tak usah buru-buru memberikan kotak. Tunggu sampai umur kehamilan diatas 25 hari. (3) makan banyak dan selalu lapar. Anda harus serius dalam hal pakan, jangan sampai sering kelaparan sehingga stress bertambah. Kekurangan pakan dan air minum bisa mengakibatkan kanibal, atau tidak mau menyusui. 4) pada umur kehamilan 17 hari sudah bisa diraba bagian bawah perut. Cara meraba yang akurat dengan mengangkat kelinci lalu ditaruh dipangkuan kita. Elus-elus dulu sebelum tangan kita masuk ke bagian perut bawah. Sebab kalau tangan kita langsung nyosor bagian perut kelinci hamil bisa berontak. Kalau sudah diraba, elus-elus pelan, kalau belum yakin terasa, tekan sedikit jari anda, meraba rata bagian perut, bagian tengah sampai belakang. Jika hamil akan terasa beberapa benjolan seperti kelereng. pada umur kandungan 23 hari sangat jelas terasa dan pada umur 29 hari saat induk mulai gusar dengan hidung memerah biji-biji “kelereng” di dalam perut itu semakin menurun mendekati vagina.
Kalau sudah dikawinkan tetapi pada umur 35 hari tidak berhasil itu bisa jadi bunting semu. Atau saat mengawinkan tidak benar.
Apakah perlu tidak usah menunggu 35 hari kita bisa mengawinkan?
Jika Anda yakin bahwa kelinci tidak hamil boleh saja. Lakukan pada umur kehamilan 20 hari sejak kawin yang Anda anggap gagal tersebut. Tetapi jika Anda ragu apakah kelinci gagal hamil atau memang benar hamil, sebaiknya kita bersabar sampai umur perkawinan benar-benar melewati 30 hari.  Sebab kalau kita nekad mengawinka lagi pada saat kelinci hamil bisa jadi nanti hamil susulan. Harus diingat, tidak setiap kelinci yang hamil menolak kawin, sebagian ada yang mau kawin. (Penjelasan ini sebagian disandur dari Buku Kelinci Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu.)
Mukti, Brebes, kontributor KKI)

Cara mengawinkan kelinci secara benar

0 komentar
Mengawinkan kelinci itu perlu aturan. Para pemula sering ngawur dan tidak memperhatikan kaidah. Berikut ini mohon diperhatikan secara serius dan taati aturan mainnya. Jangan sering membuat asumsi-asumsi sendiri sehingga gagal atau bahkan menyiksa kelinci.
  1. Betina di bawa ke kandang jantan. Jangan sampai terbalik. Jantan butuh dominasi sehingga ia lebih agresif kawin di kandangnya sendiri.
  2. perkawinan pada suhu di atas 27 derajat tidak baik.
  3. perkawinan seharusnya pada pagi hari, antara jam 6-8(waktu ideal), atau jam 6-8 malam).
  4. bopong kelinci betina ke kandang jantan. Biarkan beberapa menit. Biasanya sebelum sex kelinci butuh cumbuan. Berputar-putar duluan itu biasa. Hati-hati kalau kecepit alas. Mestinya kandang harus bagus dan tidak mengakibatkan kelinci yang berlari-lari terjepit. Bisa patah kaki nanti. Kalau kandang jelek mending dikawinkan di luar saja. Caranya, pejantan dikeluarkan dulu, jeda 15 menit baru diturunkan betina. Hal ini perlu supaya pejantan merasa menguasai areanya dulu. Biasanya dengan menyemprotkan air kencing untuk menguasai lokasi. Jika sudah kencing, barulah betina diturunkan.
  5. biarkan saja berkejar-kejaran. Sampai nanti mereka akan kawin.
  6. menjelang penetrasi penis ke vagina, biasanya betina merunduk, dan jantan di atasnya, lalu ekor betina naik tanda memberi kesempatan penis menusuk.
  7. saat penetrasi penis, pejantan butuh waktu beberapa saat. Dan setelah penis masuk biasanya pejantan langsung aksi. Sebentar kemudian, kira-kira dalam beberapa genjotan akan orgasme. Pejantan orgasme akan terkulai lemas, terkapar. perilaku betina biasanya santai saja. Kadang berdiri lalu berdandan, kadang tidur dan kadang mereka saling mencumbu.
  8. Setelah satu menit kemudian, ambil betina dari kandang jantan. Istirahatkan barang 10-15 menit. Baru kemudian dikawinkan lagi ke kandang pejantan. Kalau sudah dua kali, bisa diulangi sekali lagi dengan mengistirahatkan 10-15 menit lagi. Jika pada kawin ketiga betina sudah tidak mau, anggaplah cukup. Toh perkawinan sekali biasanya juga jadi.
  9. Bagaimana mengistirahatkan kawin jika di alam bebas? Tidak usah diistirahatkan. Biarkan saja mereka berkeliaran bersama. Nanti akan kawin ulang lagi. Cukup setengah jam mereka berdua di lapangan, setelah itu kembalikan.
  10. Selalu ada betina yang menolak kawin. Apa sebab? Bisa karena sedang dalam kondisi hamil, tetapi dalam kondisi hamil pun kelinci bisa kawin dan hamil lagi. Awas, jangan sampai terjadi perkawinan dalam masa hamil atau menyusui. Menyiksa nanti. Penolakan betina kepada jantan juga bisa disebabkan beberapa hal, antara lain, 1) betina tidak suka dengan pejantan itu. Solusi, ganti pejantan lain.2) betina merasa tidak nyaman dalam kandang. Solusi, kawin di luar.3) betina sedang dalam kondisi stress, solusi tidak bisa dikawinkan. Rawat dulu, coba ulang beberapa hari kemudian. (Penjelasan lebih detail tentang problem perkawinan dan menyusui bisa dibaca di Buku Kelinci: Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu, Faiz Manshur. Penerbit Nuansa Cendekia Bandung, 2009). http://nuansabuku.blogspot.com

Pakan Rumput Kelinci

0 komentar
Ada banyak jenis rumput untuk kelinci. Beberapa gambar berikut ini bisa jadi ilustrasi rumput apa yang cocok buat kelinci Anda. Karena banyaknya jenis rumput, kami tidak bisa memangsa satu persatu. Sebagai bantuan kami sarankan mencari sendiri di google misalnya dengan mengeklik beberapa nama rumput berikut ini: patikan kebo, patikan cina, tempuyung, dandelion, sintrong, legetan, bandotan, mangkokan, rumput gulma tegalan dll.
Rumput-rumput gulma
=========================================
Sintrong. Bisa diberikan sebagai campuran.
=============================
Legetan (sangat disukai kelinci), kandungan legetan baik untuk pakan. Boleh diberikan dlm jumlah banyak.
===============================
Bandotan sedikit disukai kelinci, bisa untuk tambahan.
======================================================
ATAS: Beberapa rumput hijau untuk kelinci. Bisa diambil dari banyak tempat,seperti pinggir sawah, pinggir lapangan, tegalan (di bawah pohon jagung) dan lain-lain. Rumput-rumput liar (gulma) inilah yang baik untuk kelinci dan bukan rumput seperti setaria atau rumput gajah, rumput setaria atau jenis serupa (Bawah).
Rumput gajah, setaria, alang-alang atau sejenisnya sangat keras dan tidak boleh diberikan untuk kelinci.  Sedangkan bunga rumput gajah boleh diberikan sebagai gizi tambahan dalam jumlah sedikit.

langkah awal budidaya kelinci

0 komentar
Peluang Budidaya Kelinci: Antara Si Bodoh dan Si Cerdas
Orang bodoh  akan bilang, kelinci tidak layak digarap karena belum jelas pasar penjDSC00299ualannya. Sedangkan orang cerdas akan berkata “inilah lahan usaha baru yang menantang karena belum banyak orang menggarapnya sehingga kita tidak perlu repot bersaing dengan kompetitor.” Orang yang tak mau maju bilang, pasar kelinci sangat sulit. Karena itu kita tidak layak ternak dalam jumlah banyak.  Orang yang berpikir maju berkata, pasar kelinci justru mudah karena bisa dijual di kandang, tak perlu repot-repot membuka pasar. Lebih cerdas lagi kalau mau mengolah hasil panen untuk dendeng kelinci, bakso, sate, abon, atau kerupuk kulit kelinci. Pemasaran bisa dilakukan secara konvensional dengan menawarkan barang unik berkualitas tiada tanding. Harga jual mahal pun tidak masalah karena daging kelinci adalah daging ekseklusif.
Orang pesimistis bilang, masyarakat kita tidak suka daging kelinci. Orang optimistis berkata, “kelinci mimiliki daging paling berkualitas di antara hewan lain sehingga layak dijadikan konsumsi protein hewani. Adapun masalah psikologis seperti kurang nyaman memakan daging kelinci bisa disiasati dengan pengemasan yang baik agar pembeli tidak teringat oleh kelucuan kelinci.” Kandungan gizi yang baik akan menjadi isu promosi yang mendrongkrak penjualan karena akhir-akhir ini banyak daging hewan tidak sehat di pasar. Orang pengecut bilang, takut beternak kelinci karena kelinci gampang mati. Orang  cerdas dan berani bilang, resiko kematian menimpa setiap makhluk hidup. Masalah kelinci mati ada sebabnya, dan sebuah tantangan yang biasa bagi kita untuk mengatasinya. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak peternak yang sukses. Orang bodoh bilang, ternak kelinci membutuhkan banyak modal, antara lain kandang rumah, kandang baterai, peralatan dan obat-obatan sehingga akan menguras penghasilan. Orang cerdas berkata, tidak ada ternak yang tidak memakai modal. Modal besar sekalipun tidak masalah karena akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
Orang cerdas akan mengambil peluang ternak atau bisnis kelinci sebagai potensi. Dengan inilah ia pasti serius menggali pengetahuan secara mendalam sehingga ia tidak salah melangkah. Apa langkah-langkah yang mesti dilakukan oleh orang cerdas dalam beternak?
Pertama, mengetahui secara luas dan mendalam tentang seluk-beluk kelinci. Dunia perkelincian tidak bisa dikenali cukup dengan satu dua bacaan, apalagi sekedar infomasi lewat telpon/sms seperti kebanyakan orang. Kita jangan sok praktis dengan bertanya sekali dua kali atau hanya melihat satu dua peternakan lantas berkata, “aku bisa menjalankan usaha.” Sikap sok tahu ini sebenarnya milik orang bodoh. Akan lebih baik jika mula-mula sebelum banyak bertanya kepada orang kita membaca buku kelinci secara lengkap, termasuk buku yang membicarakan bisnis dan pemasarannya. Kenapa demikian? sebab setiap orang pasti akan bertanya, kemana menjualnya? harganya berapa? dan seterusnya. Kebanyakan orang kita masih awam dalam hal ini. Supaya cerdas dan memperoleh ilmu secara cepat sebaiknya membaca buku panduan terlebih dulu. Ini lebih efektif dan murah dibanding banyak bertanya lewat telpon maupun datang jauh-jauh ke peternak.  Orang bodoh bilang, harga buku mahal, dan karena itu lebih suka menghabiskan pula atau plesiran dengan biaya tinggi. Sementara orang pinter bilang, harga buku murah karena dengan beberapa buku ia akan dapatkan ilmu pengetahuan yang luas.
Kedua, setelah membaca buku barulah kemudian studi lapangan datang langsung ke peternak, syukur langsung magang. Dengan bekal pengetahuan teori dari buku, kita akan bisa membenturkan antara teori dengan praktik. Harus disadari pula bahwa pengetahuan yang baik selalu memakai pendekatan antara teori dan praktik secara bersamaan. Buku memang tidak menjamin pengetahuan praktis sebab buku hanya memberikan pedoman. Ini kebanyakan buku-buku di Indonesia yang memang tipis-tipis. Karena itu tidak ada salahnya membeli buku dalam jumlah beberapa jenis sebagai studi perbandingan. Dari situlah nanti kita akan dibuat bingung karena perbedaan. tetapi percayalah ini hanyalah fase awal. Fase kedua adalah praktik dan konsultasi pada peternak handal yang bisa menjelaskan secara ilmiah. Jangan asal percaya kepada rumus yang tidak ilmiah. Tanyalah alasan-alasannya secara logis. Sama seperti pada buku, materi di dalamnya mesti kita uji apakah masuk akal atau tidak. Misalnya dalam hal kelinci boleh minum atau tidak. Apakah masuk akal makhluk hidup tidak boleh diberi air minum?  Dalam hal etika juga berlaku begitu. Apakah etis jika sebuah buku untuk orang Indonesia memperbolehkan pemotongan kelinci dengan cara memukul kepala atau memelintir leher? Kita orang timur, mestinya memakai budaya yang sesuai masyarakat kita. Akhirul kalam, buku juga harus kita kritisi.
Ketiga, teruslah belajar dan bekerja dengan giat. Tidak ada usaha tanpa resiko dan tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Bukan hanya di peternakan kelinci, melainkan di sektor usaha manapun. Semua harus diusahakan secara sungguh-sungguh agar potensi usaha yang baik tidak terbengkelai. (muzaki ahmad, peternak kelinci Probolinggo)

Kelinci Pilek, Sesak Nafas dan Bulu Mulut Kusut

0 komentar
Berikut ini adalah naskah yang perlu dibaca oleh para pemelihara kelinci terkait dengan maraknya kelinci sering pilek. Kelinci pilek sebenarnya hanyalah efek dari penyakit pasteurella multocida. Naskah ini adalah terjemahan otomatis dari google. Jika Anda tidak puas bisa membacanya langsung dari sumber berikut ini: http://www.celebratingrabbits.com/stories/pasteurella.html
Pasteurella:
oleh Marie Mead (dengan bantuan dari Hillary Cook, DVM CVA dan
Anna Meredith, MA VetMB CertLAS DZooMed MRCVS)
Pembaca yang tidak terbiasa dengan Pasteurella mungkin menemukan beberapa informasi yang terkandung dalam artikel ini menjadi agak menakutkan yang cukup sehingga mereka bisa khawatir tentang kelinci mereka. Saya ingin meyakinkan pembaca segera bahwa saya telah kelinci yang terinfeksi Pasteurella, dan mereka terus menjadi makhluk kecil yang hidup. Mereka melompat di sekitar rumah, makan dan minum seperti biasa, dan seperti ingin tahu dengan yang lain!
Perlu diingat bahwa tujuan dari artikel ini adalah untuk memberi tahu Anda apa yang dapat terjadi pada kelinci, bukan apa yang selalu akan. Memiliki pemahaman tentang Pasteurella dapat menciptakan dasar untuk tindakan positif.
Pendahuluan
Pasteurella mengacu pada genus dari berbagai jenis bakteri, beberapa di antaranya mungkin menjadi bagian dari flora normal kelinci. Kekhawatiran muncul dengan Pasteurella multocida (P. multocida) karena dapat menyebabkan berbagai penyakit (disebut secara umum sebagai pasteurellosis). Meskipun bakteri dapat menyebabkan abses, yang terbaik adalah dikenal dalam kaitannya dengan gangguan pernafasan.
Sementara P. multocida dapat memiliki luas mempengaruhi kesehatan, banyak kelinci yang kuat sistem kekebalan tubuh yang memerangi dan menghancurkan bakteri atau setidaknya tetap terkendali sehingga tidak menyebabkan penyakit. Selain itu, tidak semua strain dari P. multocida memiliki konsekuensi serius, dan banyak dari kelinci yang menunjukkan tanda-tanda itu hidup sampai usia tua. Lebih jauh lagi, fakta bahwa kelinci menerima perawatan hewan yang lebih baik hari ini berarti bahwa bakteri sering dibahas dalam tahap awal. Ada cara untuk membantu Anda dalam menjaga kesehatan kelinci, beberapa di antaranya disebutkan dalam artikel ini.
Pasteurella multocida (P. multocida)
P. multocida mempengaruhi berbagai hewan, termasuk kelinci, ternak domestik, dan unggas. Hewan Kerajaan Inggris Dr Anna Meredith, yang telah menerbitkan banyak buku tentang kelinci dan Kepala Exotic Layanan Hewan di University of Edinburgh, laporan:
Spesies bakteri P. multocida mencakup banyak jenis, yang bervariasi dalam virulensi mereka. Kelinci dapat dipengaruhi oleh banyak strain bakteri, tetapi yang paling sering terisolasi adalah jenis A dan D. Tipe A adalah yang paling sering ditemukan, tetapi tipe D lebih patogenik dari tipe A dan berhubungan dengan penyakit yang lebih berat.
Adalah penting untuk menyadari bahwa tanda-tanda indikasi Pasteurella sebenarnya bisa disebabkan oleh sesuatu yang lain. Sebagai contoh, discharge hidung dapat mengakibatkan dari bakteri lain (seperti Bordetella bronchiseptica) atau bisa juga gejala dari masalah gigi. Hal ini menggarisbawahi pentingnya mendapatkan diagnosis dari kelinci-berpengetahuan dokter hewan.
Beberapa kelinci mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda dari P. multocida. Dalam Kelinci Textbook Kedokteran, Dr Frances Harcourt-Brown menulis, “Dalam kelinci, P. multocida dapat berada di rongga hidung tanpa menyebabkan penyakit.”
Klarifikasi lebih lanjut disediakan oleh Dr Meredith: “Banyak kelinci sub-klinis pembawa Pasteurella. Perkembangan penyakit klinis biasanya dipicu oleh stres seperti diet tidak sehat, kondisi hidup najis, dan penyakit dari penyebab lain. “
Dr Thomas Donnelly dilaporkan dalam artikel “Aplikasi Laboratorium Hewan di Exotic Pet Immunoassays Practice”: “Perumahan, khususnya kualitas udara, adalah penting; kimia cedera pada mukosa pernapasan melalui pemaparan ke amonia meningkatkan kerentanan terhadap P. multocida kelinci infeksi. “iritasi pernapasan lainnya termasuk asap rokok, debu, jamur (selimut, jerami), parfum, pemutih, dan pembersih solusi.
Informasi di atas menekankan pentingnya pencegahan biasa praktek, termasuk makan makanan yang tepat, menjaga kotak sampah dan kebersihan daerah hidup lainnya, dan memastikan udara bersih.
Kondisi kesehatan Sehubungan dengan P. multocida
Penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan bagian atas-penyakit yang paling umum dikaitkan dengan P. multocida adalah ingusan (rhinitis), sebuah infeksi saluran pernapasan bagian atas. Bersin, batuk, keluarnya cairan dari lubang hidung (jelas tebal, nanah putih), dan berisik bernapas adalah tanda-tanda dari gangguan. Sementara perawatan, discharge hidung dapat dipindahkan ke kaki depan dan ke sinus, mata, dan saluran air mata (menyebabkan sinusitis, konjungtivitis, dan Dakriosistitis, masing-masing). Sangat penting untuk dicatat lagi bahwa ada penyebab lain dari penyakit pernapasan.
Infeksi genital-Baik laki-laki dan perempuan kelinci dapat host infeksi, termasuk orkitis (peradangan testis) dan pyometra (infeksi rahim).
Peradangan pada telinga-P. multocida dapat menyebar dari bagian hidung ke telinga tengah melalui tabung Eustachio, menyebabkan otitis media-sering ditandai dengan kelinci menggaruk-garuk pangkal telinga. Bahkan jika infeksinya dihilangkan dari lubang hidung, telinga mungkin tetap terinfeksi. Nanah bisa terbentuk di dalam relung telinga dan dapat menyebabkan penyakit vestibular, yang dibuktikan dengan tanda-tanda neurologis seperti bergulir, nystagmus (cepat, gerakan tak sadar bola mata), atau memiringkan kepala. [Catatan bahwa meskipun P. multocida dapat berhubungan dengan torticollis (kecut leher atau kepala miring), Encephalitozoon cuniculi mungkin juga menjadi penyebabnya.] Serius lainnya akibat dari infeksi telinga dapat kehilangan otot koordinasi (ataksia).
Kelumpuhan wajah unilateral, kadang-kadang disebut sebagai Bell’s palsy-Jika impinges infeksi pada saraf wajah di satu sisi, kelemahan otot yang dihasilkan dapat memberikan kelinci yang agak menyimpang, menyelipkan-di-satu-sisi terlihat. Kondisi kosmetik daripada tampaknya lebih serius. Dua kelinci saya telah diselamatkan Bell’s palsy dan tampaknya tidak memiliki kesulitan yang berhubungan dengan itu.
Infeksi saluran pernafasan bawah, termasuk pneumonia-Kelelahan, kelesuan, atau keengganan untuk bergerak di sekitar mungkin akan tanda-tanda penyakit saluran pernafasan lebih rendah. Tanda-tanda lain adalah depresi, anoreksia, dan penurunan berat badan. Ini adalah kondisi yang sangat serius dapat berakibat fatal, kadang-kadang kelinci satunya tanda mungkin menjadi masalah pernapasan. (Salah satu menyelamatkan kecil saya terinfeksi dengan P. multocida, yang menyebabkan radang paru-paru. The pembedahan mayat menunjukkan bahwa satu paru-paru benar-benar abscessed dan bahwa memiliki banyak lesi lain.)
Abses-koleksi lokal ini nanah (dibentuk oleh jaringan disintegrasi dikelilingi oleh daerah meradang) dapat terjadi di mana saja pada atau dalam tubuh. Meskipun P. multocida sering merupakan penyebab, banyak organisme lain (misalnya, Staphylococcus aureus) dapat juga memicu kondisi. Pada kelinci, pengumpulan nanah biasanya sangat tebal dan tumor-seperti (tidak seperti abses pada manusia, anjing, dan kucing) dan harus umumnya pembedahan. Wajah abses sering dikaitkan dengan penyakit gigi, namun, P. multocida tidak umum ditemukan pada abses gigi.
Luka-P. multocida Karena sering hadir dalam rongga hidung, menjilati dan perawatan dapat menyebarkan bakteri untuk luka, yang mengakibatkan abses atau kadang-kadang dalam selulitis (radang di bawah kulit atau jaringan ikat). Dalam artikel “Pasteurella multocida Infeksi di Kelinci,” almarhum Dr Barbara Deeb menunjukkan bahwa selulitis “lebih sulit untuk mengobati daripada abses, dan tes sensitivitas antibiotik menjadi lebih penting.”
Tulang-P. multocida dapat menyebabkan osteomielitis (infeksi tulang). Sebagai contoh, kelinci dengan rhinitis parah kerusakan dapat memiliki tulang kecil (turbinates) di dalam rongga hidung.
Bakteri dalam darah (bakteremia) – Setelah bakteri didapatkan, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan melalui darah ke bagian lain dari tubuh, sehingga menghasilkan suatu kondisi penyakit umum serta abses pada organ-organ lain dari tubuh. Kelinci dapat mengembangkan demam dan mati tiba-tiba. Bakteremia yang paling sering dikaitkan dengan lebih ganas galur dari P. multocida.
Kedokteran Hewan Diagnosa
Seorang dokter hewan kelinci cerdas akan melakukan diagnosa untuk menentukan penyebab penyakit. Sebuah asumsi yang salah P. multocida adalah penyebab penyakit dapat mengakibatkan perawatan yang tidak tepat karena sesuatu selain bakteri dapat menyebabkan masalah. Bakteri tahan terhadap antibiotik tertentu juga merupakan pertimbangan untuk segera ditangani.
Diagnostics
Selain tanda-tanda yang dilaporkan oleh pengasuh, para dokter hewan akan mengambil kelinci suhu, menentukan setiap berat badan, dan perhatikan tekstur dan warna selaput lendir serta dalam setiap pelepasan. Nanah kering (yang mungkin terlihat seperti lilin) mungkin perlu dihapus dari telinga. Mendengarkan ke jantung dan paru-paru akan menentukan apakah suara pernafasan yang abnormal didengar selama napas atau mengeluarkan napas.
Sebuah menyebabkan penentuan definitif tidak dapat dibuat semata-mata atas menyajikan tanda-tanda penyakit. Dokter hewan dapat merekomendasikan budaya dan bakteri bloodwork (CBC, kimia, bakteri / virus penyakit penyaringan), yang dapat menunjukkan masalah seperti hati atau penyakit ginjal, masalah metabolik, infeksi atau peradangan, anemia, atau ketidakseimbangan elektrolit. Radiography (X-ray), USG, CT scan, atau MRI juga dapat digunakan.
Budaya dan Sensitivitas, PCR, dan serologis Pengujian
Suatu budaya dan uji kepekaan dokter hewan dapat membantu menentukan apakah agen infeksius Pasteurella. Namun, ada kesulitan dengan tes ini. Sedasi kemungkinan besar akan diperlukan, dan mungkin sulit (kadang-kadang tidak mungkin) untuk memperoleh sampel bakteri. Bakteri mungkin jauh kembali ke bagian hidung, kadang-kadang menyebabkan negatif palsu. Selain itu, P. multocida tidak dapat bertahan hidup dengan baik di luar inang dan mungkin tidak tumbuh di lab, atau jika budaya adalah positif untuk bakteri, hal itu mungkin tidak mungkin untuk menentukan ketegangan. Meskipun jelas ini kekurangannya, seorang dokter hewan yang berpengalaman dalam merawat kelinci akan memberikan saran yang terbaik untuk Anda kelinci tertentu.
Apakah ada alternatif? Dr Meredith membahas dua tes tambahan:
Sebuah PCR (polymerase chain reaction) uji secara akurat mendeteksi kehadiran P. multocida DNA dalam sampel. Ini dapat sangat berguna karena memberikan indikasi yang akurat P. multocida hadir dalam infeksi aktif. Ini juga memiliki keuntungan karena dapat digunakan pada kedua bakteri hidup dan mati.
Tes serologis mencari kehadiran dalam darah antibodi terhadap P. multocida. Namun, ini bisa sulit menafsirkan karena banyak kelinci akan telah terkena Pasteurella dan memiliki antibodi, tetapi bakteri mungkin bukan penyebab penyakit. Selain itu, hasil serologi seringkali mengambil minggu untuk mendapatkan.
Veterinary Treatment
Pangeran Edouard, salah satu diselamatkan kelinci, tiba dengan infeksi Pasteurella parah, tetapi budaya dan uji kepekaan tidak berhasil. Dr Cook telah melakukan beberapa dugaan sehingga ia bisa stabil, dan penisilin G diresepkan. Setelah pembedahan bisa dilakukan, Pangeran Edouard abses sepanjang garis rahang dan di telinga batinnya telah dihapus. Itu pada saat itu bahwa dokter hewan bisa menentukan bahwa enrofloxacin (Baytril ®) harus diberikan. Namun, pada kelinci saya yang lain (juga terinfeksi dengan P. multocida pada saat rescue), azitromisin adalah pengobatan.
Antibiotik diperlukan untuk pengobatan kondisi P. multocida. Idealnya, budaya dan kepekaan tes yang akan menentukan untuk meresepkan. Antibiotik yang efektif terhadap Pasteurella termasuk enrofloxacin (Baytril ®), trimethoprim sulfa, kloramfenikol, dan penisilin G. Meskipun tidak ada laporan-laporan yang diterbitkan penggunaannya untuk pasteurellosis di kelinci, Dr Meredith mengkonfirmasikan bahwa azitromisin telah berhasil digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan pada kelinci.
Dalam beberapa kasus, antibiotik akan cepat menghapus infeksi. Dalam kasus lain, terutama jika infeksi kronis atau mendalam, antibiotik mungkin diperlukan untuk penggunaan jangka panjang. Sebuah probiotik mungkin juga akan diresepkan untuk membantu menjaga keseimbangan flora usus.
Perawatan tambahan mungkin termasuk obat anti inflamasi, disiram dari saluran nasolacrimal, nebulization terapi, telinga dan tetes mata, administrasi cairan, atau pembedahan.
Beberapa pengobatan komplementer juga dapat membantu. Dr Hillary Cook, seorang Virginia (USA) dokter hewan hewan bersertifikat di akupunktur dan penggunaan ramuan tradisional Cina, saham berikut:
Aku kadang-kadang memberikan tembakan besi karena kelinci dapat menjadi anemia dari penyakit kronis. Karena kenyataan bahwa Pasteurella adalah penyakit berbasis kekebalan tubuh, saya sering meningkatkan imunitas meresepkan obat-obatan dan / atau suplemen untuk meningkatkan pemulihan atau remisi bersama dengan konvensional obat antibiotik atau sakit.
Jamu yang paling umum tincture saya meresepkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah pisang raja dan Echinacea. Suplemen termasuk suplemen asam lemak minyak buah kelapa merah, vitamin dibuat untuk kelinci, dan DMG (N, N dimethylglycine).
Jika penyakit telah mempengaruhi organ, saya sering meresepkan herbal Cina rehmannia untuk keterlibatan ginjal atau milk thistle untuk keterlibatan hati. Akupunktur adalah berguna dalam membantu pemulihan dari penyakit, bersama dengan formula herbal Cina yang memasukkan ke Cina Tradisional Kedokteran Hewan diagnosis. Excellent diet dan lingkungan yang bersih selalu menjadi bagian dari rumus untuk pengobatan.
Kortikosteroid adalah kontraindikasi untuk pasteurellosis. Seperti tulisan ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan penyakit pada kelinci.
Perawatan di Rumah
Dokter hewan anda akan memberikan perawatan di rumah rencana pengobatan. Jika kelinci anda memiliki mata berair kronis, kompres hangat akan membantu menjaga kulit dari menjadi meradang. Jika kelinci tidak makan atau minum seperti biasa, intervensi seperti jarum suntik-makan dan cairan subkutan akan diperlukan.
Sebagai tambahan yang ke rejimen kesehatan, dokter hewan Anda mungkin mendiskusikan pentingnya diet yang tepat dan bebas stres lingkungan, dan stimulasi fisik dan mental. Juga catatan dan diskusikan dengan dokter hewan Anda gejala baru, perubahan perilaku, atau benjolan di tubuh.
Pengiriman ke Rabbits Lainnya
Itu harus agak menghibur untuk mengetahui bahwa penyakit menular pasteurellosis perhatian yang lebih besar untuk kelinci koloni (beberapa tempat penampungan hewan dan peternakan, laboratorium, bulu, dan industri daging) dari rumah tangga kita kelinci. Namun, kita mungkin tidak tahu di mana kita berasal dari kelinci atau kondisi di mana dia tinggal. Sebagai contoh, seperti Dr Deeb menunjuk keluar, “Kelinci tersedia di toko hewan peliharaan tidak mungkin dari Pasteurella-koloni bebas.”
Transmisi pasteurellosis dari kelinci yang terinfeksi adalah melalui kontak langsung dengan lendir hidung, termasuk penularan melalui udara saat bersin kelinci yang terinfeksi. Penyebaran juga dapat terjadi melalui luka terbuka menjilati; berbagi air dan makanan mangkuk, kotak sampah, dan mainan; dan membawa bakteri pada kulit pengasuh atau pakaian. Penyakit ini dapat dipakai bersama-sama selama perkawinan (infeksi kelamin), dan seorang ibu kelinci dapat menulari ke kit.
Setiap kelinci adalah unik, dan tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana kelinci akan bereaksi terhadap kehadiran P. multocida. Mengutip Dr Meredith: beberapa kelinci akan melawan infeksi, yang lain akan menyerah; beberapa kelinci akan mengusir bakteri, yang lain akan menjadi pembawa; beberapa kelinci akan mengembangkan kondisi kronis kurang serius, yang lain akan menderita penyakit akut.
Bila ada lebih dari satu kelompok kelinci di rumah, menjaga kelompok terpisah mungkin disarankan, terutama jika satu kelompok dipengaruhi untuk pasteurellosis. Sudah menunjukkan bahwa pemisahan sesedikit empat kaki dapat memperlambat transmisi. Jika mungkin, memisahkan kelompok-kelompok ke wilayah yang berbeda dari rumah akan sangat membantu. Ingatlah bahwa kita, sebagai pengasuh, dapat menyebarkan bakteri dari satu kelompok ke kelompok lain.

Kepedulian Anggota Keluarga
Pengasuh secara alami ingin tahu apakah penyakit-terutama yang infeksius seperti pasteurellosis-dapat ditularkan kepada anggota lain dari keluarga. Dr Cook menawarkan pikiran ini:
Praktek umum kebersihan dan sanitasi seharusnya mencegah penularan kepada anggota keluarga. Setiap kali ada hewan yang membawa penyakit, gunakan hati-hati dalam interaksi dengan manusia dengan penurunan sistem kekebalan tubuh, seperti sangat muda, geriatrik, atau individu immunocompromised.
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Mengingat kondisi kesehatan yang serius yang dapat hasil dari P. multocida, lega rasanya bahwa banyak kelinci membawa bakteri dalam tubuh mereka tetapi kebanyakan tidak sakit. Penting untuk meletakkan Pasteurella dan semua penyakit serius ke dalam perspektif. Ya, kelinci Anda dapat menjadi sangat sakit dari bakteri. Namun, itu lebih mungkin bahwa kelinci akan menderita sakit kesehatan karena pola makan yang buruk dan stres. Mengoptimalkan kesehatan kelinci akan memungkinkan tubuh nya untuk melawan patogen seperti P. multocida serta lebih cepat pulih dari penyakit atau cedera.
Pencegahan dimulai dengan memberikan perawatan dasar yang tepat, termasuk diet yang tepat; ruang hidup bersih dan banyak latihan, stimulasi mental, dan persahabatan. Menjaga kelinci anda bahagia dan sehat diterjemahkan ke dalam mengurangi stres dan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Berikut adalah beberapa metode untuk mendukung sistem kekebalan tubuh kelinci:
* Perlakukan kelinci sebagai bagian integral anggota keluarga memberi mereka perhatian, cinta, dan kebebasan sekaligus menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka.
* Feed diet yang tepat, termasuk jumlah terbatas kualitas rumput jerami. Menyediakan air tawar setiap hari.
* Cari kelinci anda ruang hidup di daerah yang bebas dari konsep, suara keras, dan bahan kimia / parfum. Kelinci yang sosial dan suka mencari teman, tapi mereka juga perlu memiliki ruang mereka dilindungi dan dihormati oleh semua anggota keluarga, termasuk binatang pendamping lain.
* Karena uap amonia dapat meningkatkan kelinci P. multocida kerentanan terhadap infeksi, mencuci kotak-kotak sampah secara teratur. (Setelah setidaknya satu kotak tambahan memungkinkan cepat dan mudah swap.)
* Cuci mangkuk air dan makanan sehari-hari.
* Bersihkan ruang bermain kelinci dan buang menggunakan kotak kardus dan tabung.
* Cuci tangan sesering di siang hari dengan sabun dan air untuk membantu mencegah penyebaran bakteri. Jangan mengandalkan sabun antibakteri sebagai, seiring waktu, mereka dapat menjadi tidak efektif atau dapat menyebabkan resistan terhadap bakteri untuk berkembang.
* Buka jendela bila memungkinkan untuk memungkinkan pertukaran udara dan untuk membantu membersihkan suasana dalam ruangan polutan dan debu dari jerami. Pertimbangkan untuk menggunakan alat pembersih udara.
* Menjaga suhu ruangan yang dingin untuk mencegah panas stres atau kelelahan.
* Apakah cukup jarum suntik di tangan sehingga mereka tidak harus dibagi antara kelinci.
* Lakukan kelinci biasa check-up, mencatat hal-hal seperti perubahan berat, gumpalan atau benjolan, dan tanda-tanda infeksi. Ambil kelinci anda ke dokter hewan bila Anda mencurigai adanya masalah kesehatan.
* Apakah dokter hewan menunjukkan beberapa prosedur sederhana untuk membantu Anda memantau dan merawat kelinci Anda: suhu mengambil, jarum suntik makan, pemberian cairan subkutan dan pengobatan.
* Saat membawa kelinci baru rumah, terus padanya terisolasi dari kelinci lain sampai kelinci dokter hewan yang berpengalaman dapat melakukan ujian.
Kesimpulan
Wali tidak boleh kehilangan hati jika kelinci mereka didiagnosis dengan pasteurellosis; itu mungkin bagi kelinci untuk hidup bahagia dengan kondisi. Karena saya biasanya berlangsung hanya dalam unadoptable kelinci, ada yang cukup tua dan paling datang dengan masalah kesehatan. Saya sering mengingatkan diri sendiri bahwa kualitas hidup mereka adalah apa yang paling penting. Kelinci di rumah saya hidup uncaged (kecuali ada alasan medis untuk melakukan sebaliknya), sehingga mudah bagi mereka untuk menunjukkan joie de vivre yang tampaknya begitu melekat pada sifat mereka. Ketika diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri, mereka lakukan!
Salah satu sukacita terbesar saya adalah melihat seekor kelinci yang sebelumnya hanya tahu keberadaan yang dikurung tiba-tiba menyadari apa artinya memiliki kebebasan. Pangeran Edouard adalah seperti kelinci. Ketika ia tiba, tubuh tuanya kurus kering dan ia sangat sakit dengan infeksi Pasteurella dan abses. Dia pernah dipenjara selama bertahun-tahun bahwa ia bahkan tidak bereaksi ketika pintu ke kondominium dibiarkan terbuka. Aku akhirnya harus menghapus dia dari tempat kediaman-dan setelah itu, ia menikmati kebebasan! Rapuh meskipun ia, Pangeran Edouard akan kepala di lorong; ketika ia lelah, dia tidur di mana pun ia mendarat. Ketika ia harus menggunakan kotak sampah, ia akan membuat jalan kembali ke kondominium dan menggunakan kotak, kadang-kadang menetap ke jerami lembut. Lain waktu ia akan melompat keluar dan melakukan mengocok canggung lagi di lorong. Saya merasa terhormat untuk mengetahui dan peduli untuk ini sangat khusus memangkas Perancis, dan artikel ini ditulis sebagai penghormatan kepada dia.
Hangat terima kasih kepada dokter hewan yang berbagi keahlian mereka untuk artikel ini.
Referensi
* Deeb, Barbara, “Pasteurella multocida Infeksi di Kelinci.” Www.rabbit.org / perawatan / pasteurella.html
* Donnelly, Thomas M, “Laboratorium Hewan Penerapan Exotic Pet Immunoassays dalam Practice.” Dalam: Exotic DVM, Volume 8, Issue 4. (Sebagaimana dikemukakan pada tahun 2006 International Conference on Exotics)
* Harcourt-Brown, Frances, Textbook on Rabbit Medicine. Butterworth Heinemann, 2002.
* Meredith, Anna, “Respiratory Disorders.” Dalam: Meredith, A. dan Flecknell, P., Eds. Manual BSAVA Kelinci Kedokteran dan Ilmu Bedah. Hewan Kecil British Veterinary Association, 2006.
* Oglesbee, Barbara L, The 5-Minute Veterinary Consult: Ferret dan Rabbit. Blackwell Publishing, 2006.
* Quesenberry, Katherine E. dan Carpenter, James W., Eds. Ferrets, Kelinci dan Rodent: Klinik Kedokteran dan Ilmu Bedah, Edisi Kedua. Saunders.
* Saunders, Richard A. dan Davies, Ron Rees, Notes on Rabbit Internal Medicine. Blackwell Publishing, 2005.
Sebuah versi singkat dari artikel ini diterbitkan di Terbitan 7, Fall / Winter 2008, dari Bunny Mad ( “Majalah untuk kelinci orang gila!”), Sebuah publikasi Inggris Raya. www.bunnycreations.co.uk. Digunakan dengan kesepakatan oleh penerbit.
* ^ Atas
* © Copyright 2009
* CelebratingRabbits.com

Tips Membuat Kandang Tepat dan Sehat

0 komentar
Jika kita hendak mengenal makhluk hidup yang paling pembersih di dunia, maka kelinci adalah wujudnya. Sistem pemeliharaan domestik mesti memperhatikan kebersihan. dan kebersihan mestinya bukan sekedar soal rajin membersihkan, melainkan lebih baik jika kandang itu sendiri sangat efektif membuang kotoran.
Hewan herbivora ini jika berak di alam bebas akan akan cepat-cepat meninggalkan kotorannya. Ia bukan seperti anjing atau babi yang cuek. Bukan pula seperti kucing yang bisa menguburkan kotorannya sendiri. Kelinci memilih menjauh karena hidungnya sangat peka dengan aroma busuk, dan karena itu ia memilih menjauh. Kalau pun saat berak kelinci menjilati kotorannya sendiri itu bukan sedang berak, melainkan sedang mengeluarkan caesotrophs, tinja hitam lembek penghasil protein tinggi.
Mengingat kelinci dalam sistem domestik (rumahan) tidak mengondisikan kelinci bisa meninggalkan kotoran, maka kandang harus dibuat nyaman. Berikut ini kaidah dasar kandang yang baik untuk kelinci di Indonesia.
  1. Kandang boleh dengan sistem bersusun. Tetapi pada prakteknya sistem susun untuk tujuan efektivitas ruangan ini sering menjadi boomerang. Dengan modal kandang kayu dan mentalitas kebersihan yang minim akhir-akhir ini kita lihat kotoran menumpuk di kandang. Banyak peternak yang menginginkan kebersihan, tetapi karena sulit membersihkan lalu kotoran pun menumpuk. Tak heran kalau banyak kelinci yang terkena kudis dan gampang terkena bakteri jahat saat udara lembab. Karena itu sebaiknya jangan membuat kandang bersusun. Sistem kandang bersusun sering kali menurunkan kotoran (feses dan urine) kelinci yang berada di atasnya ke kandang kelinci bawah, bahkan tak jarang masuk ke tempat pakan. Ini sangat berbahaya.
  2. Kandang lebar lebih baik untuk menghindari kelembaban dan kenyamanan kelinci. Jangan sering meniru kandang orang-orang kota atau penghobi yang miskin lahan sehingga menciptakan penjara buat kelinci dengan luas kandang yang sangat minim. Semakin luas semakin baik. Minimal 4x ukuran besar kelinci. Jangan paksa dengan logika curang manusia dengan alasan tidak punya lahan luas tetapi ingin memelihara banyak lantas memaksa kandang bersusun dan berdesak-desakan. Cepat atau lambat hal iini akan mencelakakan kelinci.
  3. Buat alas yang kuat dan tidak bergoyang karena injakan. Itu akan membuat tidak nyaman kelinci. Lebih fatal lagi jika sampai kejepit, bisa mengakibatkan patah kaki.
  4. Alas kandang sebaiknya bisa dicopot sehingga setiap pagi kita bisa mengganti dengan alas kandang lain. Dengan begitu kita bisa mencuci di luar kandang; lebih efektif mencuci dengan sabun dan bisa langsung dijemur. Ini adalah pola sehat yang harus dilakukan.
  5. Buat celah lubang pada dua alas di sudut belakang untuk tempat pipis dan berak. Dengan begitu kita bisa menghindari tumpukan kotoran. Ingat, jika kotoran menumpuk lewat sehari saja, belakang atau bakteri akan hidup berkembang di situ. Jika kuku kelinci terkena itu biasanya nanti penyakit kudis, bahkan jika tertelan akan mengakibatkan penyakit pencernaan yang gawat. Anak-anak kelinci sering menjadi korban dalam hal ini.
  6. Kandang tidak boleh berlubang besar sebab bisa dimasuki tikus. Jika tikus bisa masuk, celakalah anak-anak kelinci yang baru lahir itu. Kandang celah lebar hanya diperbolehkan manakala kita yakin tidak ada ancaman tikus. Jika anak kelinci Anda sampai dimakan tikus yakinlah bahwa diri pikiran Anda kalah cerdik dengan pikiran tikus.
  7. Tinggi kandang tidak boleh pendek sebab salahsatu kesehatan kelinci juga ditentukan oleh seringnya berdiri. Buatlah ruang yang tinggi untuk kelinci. Jika ukuran panjang kelinci mencapai 50 Cm, maka kita harus membuat tinggi kandang 60 cm.
  8. Jarak tinggi antara alas kandang dengan tanah usahakan minimal 40 Cm. Dengan begitu kelinci jauh dari kotoran.
  9. Buatlah ruangan kandang kelinci senyaman mungkin dengan sikulasi udara yang lancar. Kandang boleh berjajar, tetapi tidak boleh terlalu dekat dalam hal model hadap-hadapan. Pokoknya harus dibuat longgar selonggar-longgarnya. Ingat, penularan penyakit bisa disebabkan oleh sentuhan, udara dan debu.
  10. sinar matahari pagi antara jam 6-8 sangat penting bagi kesehatan kelinci. Buat sinar sehat matahari itu masuk untuk kelinci Anda.
  11. Saat membuat kandang jangan hanya berpikir kokoh dan bagus, tetapi juga harus melihat aspek tepat. Kita lihat banyak kandang bagus bahkan mewah, tetapi pada akhirnya tidak sehat.
  12. http://kelinci.wordpress.com/2010/03/16/beberapa-prinsip-kandang-kelinci/

Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula

0 komentar
  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.
  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.

Cara mengatasi kelinci menret

1 komentar
Dimusin penghujan bagi peternak kelinci harus mulai lebih hati-hati dalam memberi makanan rumput yang berkadar air karena bisa salah satu penyebab kelinci menjadi mencret. Apabila kelinci anda sudah ada yang mencret segeralah sisa rumput/makanan yang masih tersisa diambil semua kemudian dicarikan daun pisang yang masih agak muda kemudian masukkan dalam kandang pada kelinci yang mencret tadi, kalau kelinci sudah mau makan daun pisang niscaya kelinci akan cepat sembuh dari mencret.

Untuk menjaga kondisi biar yang lain tidak mencret lebih baik diberi daun pisang juga paling tidak 5 hari atau 1 minggu sekali agar kelinci-kelinci tetap sehat tidak kena penyakit mencret. Ini cara mudah dan sederhana yang bisa kita lakukan.

Semoga bisa bermanfaat bagi peternak yang kebingungan mengatasinya.

CARA MERAWAT ANAK KELINCI YANG DITINGGAL MATI INDUKNYA

0 komentar
Kalau anda punya kelinci yang sedang menyusui, kemudian induknya mati pasti anda bingung mau diapakan anak-anak kelinci yang masih kecil karena belum cukup umur untuk dipisah,.... terus bagaimana cara merawatnya?.

Anda jangan terus putus asa coba anak-anak kelinci yang ditinggal mati induknya tadi anda pindahkan di kandang yang bersih pasang lampu bohlam 25 watt nyalakan lampu kalau malam,kandang lebih baik ditutup spanduk bekas/plastik biar lebih hangat.
siangnya sekiranya udara hangat spanduk bekas/plastik bisa dibuka biar ganti udara segar.

Untuk pemberian pakan jangan kasih pakan rumput yang terlalu banyak kadar air biar tidak mencret, sebaiknya diberikan pakan tambahan seperti penggemuk sapi dicampur katul yang halus kasih air jangan terlalu banyak lebih baik lagi ditambah susu kering (katul, Penggemuk sapi, susu, air dicampur jadi satu)

untuk mendapatkan susu kering anda bisa bertanya pada penjual pakan ternak kadang-kadang ada yang jual susu kering, harga eceran waktu saya menulis ini 1 kg Rp 8.000,-(penjual pakan ternak di bibis, gancahan tepatnya sebelah barat perempatan, utara jalan raya).

Juga jangan lupa kalau kelinci yang sedang kita rawat tadi masih sangat kecil, jadi ngasih pakannya jangan terlalu berlebihan biar tidak banyak yang dibuang.

Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu anda yang mengalami kebingungan dalam merawat anak-anak kelinci yang ditinggal mati induknya.

MENGATASI INDUK KELINCI TIDAK MAU MENYUSUI ANAKNYA

0 komentar
Bagi peternak kelinci yang sudah berpengalaman untuk memilih calon indukan pasti harus tahu indukannya dulu, apakah baik atau tidak dalam arti setiap kali beranak induknya mau menyusui atau tidak dan anaknya bisa cepat besar atau tidak.

Meskipun dari keturunan induk yang baik kadang-kadang anaknya ada yang muncul perilaku berbeda dengan induknya seperti kalau beranak tidak mau mencabuti bulunya, tidak mau menyusui. Kalau kita mempunyai kelinci dan setelah beranak tidak mau menyusui maka kita harus rajin melatih induknya agar mau menyusui anak-anaknya.

Biasanya induk kelinci yang tidak mau menyusui anak-anaknya disertai juga tidak mau mencabuti bulunya untuk menghangatkan anak-anaknya:

Cara melatih induk kelinci mau menyusui:

1. Coba cabuti bulu bagian perut bagian bawah dekat puting-putingnya secukupnya jangan terlalu banyak.
2. Bulu-bulu tadi dimasukkan dalam kotak dimana anak-anak berada, untuk penghangat anaknya seperti biasanya kalau induknya mencabuti sendiri.
3. Angkat pelan-pelan induknya taruh di atas anak-anaknya.
4. Induk tetap dipegangi bagian punggung belakang dan tangan yang satunya mengelus-elus bagian kepala atas terus dielus hingga beberapa menit.
5. Setelah dirasa cukup menyusui lepaskan, tapi jangan diangkat dari kotak biar keluar sendiri.
5. Lakukan sehari 3x(pagi,siang sore) selama 3-7 hari, sambil dilihat sudah ada tanda mau menyusui sendiri.
6. Kalau sudah ada tanda mau menyusui dari sehari 3x kurangi 2x kemudian 1x sehari dan biarkan menyusui sendiri secara alami.

Biasanya kalau anak kelinci telah lewat 5 hari dan masih hidup sehat induknya sudah mau menyusui anak-anaknya secara alami

Selamat dicoba semoga berhasil.

MEMILIH CALON INDUK KELINCI

0 komentar
Kalau kita menginginkan peremajaan induk, sebaiknya kita memilih anak keturunan yang dari induk bagus juga ambil salah satu anak yang paling bagus dan ukuran yang paling besar (kalau bisa: bulu, besar dan panjangnya serta tidak cacat fisik)

Lebih baik lagi masa memisahkan dari induknya kalau sudah cukup umur 2,5-3 bulan agar benar-benar sehat dan setelah dipisah dari induknya dikasih makan yang baik biar tidak mengalami keterlambatan pertumbuhan karena harapan kita besuk bisa menjadi induk yang besar dan baik.

Jadi kita harus ngasih makan juga yang baik gizi juga cukup, setelah umur 8-9 bulan baru dikawinkan, jangan terlalu muda (belum cukup umur sudah dikawinkan) nanti hasil anaknya kurang bagus bisa-bisa induknya cepat mati tidak tahan lama

Pengalaman: saya punya induk yang sudah berumur 5 tahun masih mau beranak karena dulu waktu mengawinkan pertama kali sudah berumur 9 bulan, serta setelah anak umur 2-2,5 bulan baru saya pisah kemudian selang 20 hari baru saya kawinkan lagi karena kalau terlalu cepat dikawinkan lagi induk bisa tidak sehat dan juga menyebabkan kematian karena fisiknya belum pulih dan bisasanya kalau terlalu cepat dikawinkan masih kurus belum gemuk. (ini pengalaman saya)

Semoga bisa menambah pengalaman bagi teman-teman semua pertenak kelinci terutama yang baru memulai.

Bagaimana cara menentukan jenis kelamin kelinci ..?

0 komentar
Terdorong oleh salah satu komentar di Blog ini (Lexxa) dimana kelinci yang dibelinya ternyata tidak seperti yang dijanjikan oleh penjual-nya (katanya sepasang), tapi setelah ditunggu sampai besar ternyata laki-laki semua. Untung saja si Penjual mau bertanggung jawab dan menukarnya dengan jenis betina meskipun harus menunggu lagi untuk merawatnya hingga besar dan siap untuk dikawinkan.

Melalui media ini, Saya coba untuk memberikan informasi yang mungkin berguna bagi Anda sekalian terutama yang masih baru dan awam dengan masalah perkelincian. Selamat membaca.

Menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting terutama untuk para pemula yang baru saja memiliki kelinci dalam bentuk pasangan, pada saat kelinci masih kecil (Belum masa kawin) hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Lain halnya jika kelinci anda mulai memasuki masa pubertas (di usia kira-kira 140 hari), kelinci tersebut bisa saling menciderai.

Untuk itu, agar bisa dideteksi lebih dini, ikuti langkah-langkah seperti dibawah ini :

1. Yang pertama-tama adalah membaringkan si Kelinci pada lengan kiri Anda. Yang paling penting adalah bahwa kelinci tersebut merasa nyaman dan tidak berontak. Lihat gambar







Ini adalah merupakan salah satu contoh membaringkan si Kelinci.
Posisi kepala ada pada telapak tangan

karena ada 2 cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan posisi mendekati siku :
Posisi kepala pada siku

ataupun membaringkan si Kelinci pada pangkuan anda diantara 2 paha dengan kepala diapit oleh lutut dengan lembut. Fokus utamanya adalah bahwa Anda bisa melihat lubang sekresi kelinci tersebut.

2. Kemudian perhatikan bagian bawah kelinci yang berada di antara kedua kakinya dan bentangkan sedikit/tarik ekor dengan tangan kanan sampai anda bisa melihat 2 lubang sekresinya dengan dibantu sedikit tekanan pada bagian perut dengan tangan kiri.
Anda bisa lihat bahwa ada dua lubang sekresi. Satu lubang yang mendekati ekor adalah merupakan lubang anus (tempat pembuangan kotoran) dan lubang yang mendekati perut itulah yang merupakan alat kelaminnya yang akan di-check.

Bagaimana caranya?, Untuk kelinci laki-laki yang sudah berukuran dewasa mungkin sangat mudah karena seperti gambar diatas (gbr: Kepala pada siku) bahwa secara kasat mata kita telah bisa melihat testisnya (Maaf..kantung pelir) yang mengapit alat kelaminnya, tapi bagaimana dengan kelinci yang tidak kelihatan testisnya?

mari kita lanjutkan.












Dengan memberikan sedikit tekanan lebih pada kulit penis, maka batang penis akan terbuka dan menonjol. Saya yakin dengan melihat gambar diatas ini, para pembaca langsung bisa mengetahui dan menerka bahwa alamat kelamin tersebut adalah kelamin JANTAN dan itu adalah benar.

Nah kalau gambar yang dibawah ini?















BETINA?….. No no no no… ini juga kelamin dari kelinci jantan. Hal inilah yang kadang-kadang menyulitkan. Harap diperhatikan baik-baik, bahwa lingkaran lubang kelamin itu akan menyatu pada satu titik dimana pada titik tersebut memiliki bentuk yang lebih panjang. Hal ini yang akan membedakan dengan kelamin betina yang akan kita lihat seperti gambar dibawah.

Nah dari gambar ini bisa dilihat dengan jelas perbedaan dengan alat kelamin jantan bahwa pada daerah lingkarannya tidak ditemukan satu titik pertemuan, jadi memang membentuk lingkaran murni dan inilah yang

dimaksud dengan Kelamin BETINA.